Cara mengobati Demam Berdarah Dengan Daun Jambu Biji

Musim pancaroba sudah tiba beberapa macam penyakitpun bakal silih berganti berdatangan serta yang paling berbahaya adalah Demam Berdarah yang dapat mengdampakkan kematian. Demam berdarah adalah penyakit demam yang dikarenakan oleh virus yang masuk ke peredaran darah manusia melewati gigitan nyamuk dari genus Aedes, umpama Aedes aegypti alias Aedes albopictus.

Penyakit demam berdarah tak jarang ditemukan di daerah tropis serta subtropis di beberapa belahan dunia, khususnya di musim hujan yang lembab. Sebetulnya nyamuk aedes aigypti bila tak terkontaminasi virus dengue maka gigitan nyamuk tersebut tak berbahaya. Tetapi Apabila nyamuk tersebut menghisap darah penderita dbd maka nyamuk menjadi sangat berbahaya sebab dapat menularkan virus dengue yang mematikan.

Penyakit DBD rutin berkaitan dengan kondisi lingkungan kurang lebih serta perilaku masyarakat. Masyarakat yang tak lebih peduli kebersihan lingkungan serta ancaman penyakit berbahaya adalah lokasi yang sangat baik sebagai endemik.

meskipun terkesan menkutkan, penyakit DBD bukannya tanapa obat, malahan ada obat DBD itu sangat mudah didapat serta tak sedikit tumbuh di daerah Indonesia. Salah satunya adalah Jambu Biji Merah yang dipercaya oleh para pakar pengobatan Tradisional sebagai Obat Alamiah yang ampuh dalam Mengobati demam Berdarah. sebab jambu Biji merah dapat menambah kadar Trombosit dalam darah. Tapi dalam suatu  penelitian menyatakan bahwa daun jambu biji merah mempunyai khasiat yang lebih dahsyat dari pada Buahjambu biji merah.

Berikut tutorial mengobati Demam Berdarah dengan Daun Jambu Biji

Rebus 9 Lembar daun jambu Biji dengan 5 gelas Air Sampai tersisa 3 gelas
saring serta dinginkan lalu minum 3 x 1 gelas per hari
sebaiknya daun jambu biji yang dipakai tak terlalu tua maupun terlalu muda, sebab apabila terlalu tua dikhawatirkan mempunyai kandungan flavonoid terlalu tak sedikit, begitupun apabila terlalu muda mempunyai kandungan flavonoid terlalu sedikit.

selamt mencoba serta semoga berguna.
Advertisement

0 komentar:

Posting Komentar